Bukan Sekedar Tanggal: Rahasia Mengapa Hasan Tiro Memilih 4 Desember 1976 di Bukit Tjotkan

Hasan Tiro membaca deklarasi 4 Desember 1976 di Bukit Tjotkan - Foto Langka

Foto Langka: Hasan Tiro membacakan Deklarasi 4 Desember 1976 di Bukit Tjotkan, dikawal pasukan - Koleksi ACEH 1986

Jika Aceh adalah sebuah buku, maka tanggal 3 Desember 1911 adalah bab terakhir yang ditulis Belanda dengan darah. Dan tanggal 4 Desember 1976 adalah bab pertama yang ditulis kembali oleh Hasan Tiro.

3 Desember 1911: Alue Bhot, Tangse

Pada tanggal 3 Desember 1911, di Alue Bhot, Tangse, Belanda menembak mati Kepala Negara terakhir Aceh Sumatra, Tengku Tjhik Maat di Tiro. Paman dari Hasan Tiro. Belanda mencatat 4 Desember 1911 sebagai hari berakhirnya Negara Aceh. Tapi perang tidak berakhir.

Pasukan awal Gerakan Aceh Merdeka 1976 bersama Hasan Tiro

Foto: Pasukan awal bersama Hasan Tiro 1976 - Koleksi ACEH 1986

4 Desember 1976: Deklarasi di Bukit Tjotkan

65 tahun kemudian, Hasan Tiro menulis Pernyataan Independensi Aceh Sumatra di Bukit Tjotkan. Isinya: "Kami, orang-orang Aceh Sumatra, menggunakan hak penentuan nasib sendiri... menyatakan diri kami bebas dan independen dari semua kontrol politik rezim asing Jakarta."

Ia mengutip The London Times 22 April 1873 dan 【entity-New York Times¦canonical_name=New York Times】 1873 yang menulis kekalahan Belanda oleh pasukan Aceh, serta Proklamasi Netralitas Presiden AS Ulysses S. Grant.

Bukan Akhir, Tapi Awal

Hasan Tiro menulis, deklarasi ini belum fase bersenjata, tapi untuk menekankan sifat politik dan ideologis. Untuk membangunkan kesadaran sejarah. Pada hari yang sama dibentuk Kabinet Aceh pertama sejak 1911. Perjuangan ini akhirnya berakhir damai di Helsinki 15 Agustus 2005.

Post a Comment

Previous Post Next Post