Foto: Teungku Abdullah Syafi'i (Teungku Lah) - Panglima 【entity-GAM¦canonical_name=GAM】 Aceh Merdeka - Koleksi ACEH 1986
Teungku Abdullah Syafi'i atau Teungku Lah tentu saja semua orang tahu, nama Teungku tidak asing lagi bagi masyarakat Aceh, dia adalah salah satu putra terbaik Aceh dan juga panglima perang gerakan Aceh merdeka (04-Dec-1976 s/d 08-Sep-2002).
Teungku Lah juga dikenal sebagai pahlawan bangsa Aceh karena dia telah mengorbankan seluruh jiwa dan raganya untuk bangsa Aceh. Aceh Merdeka diasaskan oleh Prof Dr Teungku Hasan Bin Muhammad Di Tiro.
Dilahirkan di Bireuen 12 Oktober 1947
Teungku Abdullah Syafi'i dilahirkan di Bireuen, NAD, 12 Oktober 1947. Syahid di Pidie Jaya, 22 Januari 2002 (54 tahun). Cut Fatimah, isteri Teungku Lah, juga mati syahid bersama anak dalam kandungannya.
Pendidikan Dayah dan Madrasah Peusangan
Pada masa mudanya, dia menghadiri Madrasah Aliyah Negeri Peusangan, Kabupaten Bireuen, dan belajar agama di berbagai dayah. Beberapa sumber mengatakan bergabung dengan GAM tahun 1980, ada juga yang mengatakan masuk GAM satu hari sebelum deklarasi 4 Desember 1976 oleh Wali Teungku Muhammad Hasan Di Tiro.
Panglima Yang Dihormati Lawan dan Kawan
Gerakan Aceh merdeka bergema sekitar tahun 1998 hingga ia mati syahid tahun 2002. Walaupun Teungku Lah tidak pernah mengikuti latihan pertempuran seperti tokoh 【entity-GAM¦canonical_name=GAM】 yang lain, tetapi ia segera dilantik sebagai Panglima Perang oleh Teungku Hasan Tiro. Kepribadiannya yang beragama, sederhana dan sopan membuatnya dihormati lawan dan kawan.
Syahid di Jim Jim 22 Januari 2002
Dia mati syahid di Jim Jim bersama isteri dan dua orang pengawalnya (22 Jan 2002) dalam pertempuran. Perjuangan Teungku Abdullah Syafi'i berperanan besar dalam perjuangan gerakan kemerdekaan Aceh.
Wasiat Terakhir Teungku Lah
Wasiat Teungku Abdullah Syafi'i: Sekiranya suatu hari anda mendengar berita bahawa saya telah mati syahid, jangan merasa sedih dan putus asa. Kerana saya selalu berdoa kepada Allah SWT untuk membuat saya syahid ketika kemerdekaan Aceh sudah hampir. Saya tidak mahu mendapat kedudukan jika negara ini (Aceh) merdeka.