Di Alue Bili Camp kita bisa berenang di air jernih dan Sungai Tiro untuk menangkap ikan juga. Sampai saat itu Kamp Alue Bili digunakan sebagai tempat pos lanjutan untuk Markas Bukit Tjokkan.
Tempat ini bukan sekadar kamp. Ia adalah jeda — di tengah hutan lebat, di sela dentum perjuangan, ada sungai yang masih mengizinkan manusia untuk berenang, untuk mengingat bahwa hidup tetap hidup. Air jernih Sungai Tiro menjadi cermin: di sanalah para pejuang membasuh lelah, sebelum kembali memanggul tugas yang lebih berat dari tubuh mereka sendiri.
4 Dokter Tinggalkan Istri Muda dan Anak Kecil Demi Tugas Patriotik
Di Kamp Alue Bili itulah Dr. Muchtar Hasbi datang mengunjungi saya di hutan, untuk kedua kalinya. Dan kali ini beliau bergabung dengan Dr. Husaini Hasan, Dr. Zaini Abdullah, dan Dr. Zubir Mahmud. Semua telah meninggalkan istri muda dan anak kecil mereka di belakang, dalam menjawab tugas patriotik mereka.
Mereka bukan orang yang kekurangan pilihan. Dokter — di zaman apapun — punya jalan hidup yang aman, mapan, dihormati. Tapi mereka memilih jalan sebaliknya: meninggalkan rumah yang hangat, istri yang masih muda, anak yang masih kecil, untuk masuk ke hutan yang tidak menjanjikan apa-apa kecuali ketidakpastian dan pengorbanan.
— HASAN TIRO, CATATAN DARI HUTAN ALUE BILI
Rosihan Anwar di Straits Times 29 Juli 1978 - Heran Ada 4 Dokter dan 1 Insinyur Jadi Pemberontak
Seorang pengamat seperti Rosihan Anwar — yang menulis di Straits Times Singapura, 29 Juli 1978, mencatat daftar nama-nama pembantu Hasan Tiro dan dibuat penasaran karena ada empat dokter medis dan satu insinyur di antara mereka. "Pemberontak Aceh terus memerangi penyebab yang putus asa," tulisnya.
Semua Menangis Cium Tangan - Janji Berikan Hidup dan Semua yang Dimiliki
Semua menangis ketika mereka melihatku, dan menangis ketika mereka mencium tanganku untuk mengucapkan selamat tinggal. Semua berjanji untuk memberikan hidup mereka dan semua yang mereka miliki, laki-laki dan wanita sama.
Adegan itu bukan drama. Di Aceh, cium tangan bukan sekadar hormat — ia adalah baiat, ikrar, janji yang mengikat nyawa.