Tgk Ishak Daud: Panglima GAM Wilayah Peureulak - Dari Kuli Bangunan hingga Medan Laga

SEJARAH ACEH | DAERAH | RAGAM

Biografi 1960-2004, potret pemuda Aceh di era konflik

Teungku Ishak Daud Panglima GAM Wilayah Peureulak foto asli arsip langka 2004 HD

Foto arsip langka: Tgk Ishak Daud berdiri di depan pasukannya di Peureulak, Aceh Timur. Dok. Getty Images AFP 2004, dipulihkan ke HD.

TIMELINE PERJALANAN

1960 - Lahir di Gampong Blang Geulumpang, Kuala Idi, Aceh Timur

1984 - Merantau ke Malaysia, bekerja sebagai kuli bangunan

1984-1987 - Pindah ke Singapura, bekerja serabutan & mengenal GAM

Juli 1987 - Disumpah oleh Tgk Abdullah Musa sebagai anggota GAM

1987 - Dikirim ke Libya bersama 40 pemuda Aceh

1989 - Pulang via Tanjung Balai, jadi pedagang ikan di Idi Rayeuk

4 Des 1989 - Kibarkan bendera Aceh Merdeka pertama di SMA Idi Rayeuk

20 Mei 1990 - Penyerangan pos ABRI Buloh Blang Ara, Aceh Utara

1990-2000 - Divonis 20 tahun PN Lhokseumawe, sidang di Sabang, bebas 2000 lewat amnesti Gus Dur

2000-2004 - Panglima GAM Wilayah Peureulak-Idi Cut

Akhir 2004 - Syahid dalam penyergapan TNI

Teungku Ishak Daud adalah salah satu Panglima Angkatan Gerakan Aceh Merdeka Wilayah Peureulak. Ia lahir di Gampong Blang Geulumpang, Kuala Idi, Kabupaten Aceh Timur pada tanggal 12 Januari 1960, anak dari pasangan Muhammad Daud dan Nuriyah.

PERANTAUAN: DARI MALAYSIA HINGGA SINGAPURA

Pada tahun 1984, Ishak memutuskan untuk merantau ke Malaysia. Di Malaysia, Tgk. Ishak Daud bekerja serabutan sebagai kuli bangunan atau penjaga restoran karena keadaan ekonomi yang kurang baik. Pada akhirnya, Ishak Daud pindah ke Singapura. Di Singapura, ia pun bernasib serupa. Tgk. Ishak Daud juga bekerja serabutan, mulai dari pekerja bangunan hingga sopir angkutan. Di Singapura pula Tgk. Ishak Daud mulai mengenal Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan aktivis Aceh Merdeka yang sedang menggelar pertemuan politik. Selama bekerja di Singapura, Tgk. Ishak Daud sering menghadiri pertemuan tersebut. Inilah yang membuka wawasannya tentang sejarah Aceh.

DISUMPAH MENJADI ANGGOTA GAM DAN PENDIDIKAN KE LIBYA

Pada Juli 1987, Tgk. Ishak Daud akhirnya disumpah oleh Tgk. Abdullah Musa sebagai anggota GAM. Saat itu, Hasan Tiro yang mengendalikan GAM dari Swedia membutuhkan pemuda-pemuda Aceh untuk dididik dengan pendidikan militer dan dikirim ke Libya. Tgk. Ishak Daud termasuk dalam rombongan 40 orang pemuda Aceh yang dikirim ke Libya untuk mendapatkan pendidikan.

PULANG KE ACEH DAN AWAL PERJUANGAN

Sepulang dari Libya, dia singgah di Singapura selama 12 hari dan memutuskan pulang ke Aceh melalui pelabuhan Tanjung Balai. Dari Singapura, Ishak Daoed naik angkutan umum, lalu kembali ke kampungnya di Idi Rayeuk. Awalnya dia bekerja sebagai pedagang ikan dan diam-diam merekrut pemuda untuk bergabung dengan GAM. Tgk. Ishak Daud termasuk tokoh pertama yang mengibarkan bendera Aceh Merdeka di SMA Idi Rayeuk, Aceh Timur pada tanggal 4 Desember 1989, setelah pengibaran bendera di Gunung Halimon, Pidie yang dilakukan oleh Hasan Tiro pada 4 Desember 1976.

PENYERANGAN DAN PENANGKAPAN

Pada 20 Mei 1990, Tgk. Ishak Daud melakukan penyerangan terhadap pos ABRI di Buloh Blang Ara, Aceh Utara. Untuk perbuatannya tersebut, Tgk. Ishak Daud divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Lhokseumawe. Sidangnya digelar di Sabang karena dalam beberapa persidangan sebelumnya, Tgk. Ishak Daud selalu dielu-elukan oleh simpatisannya. Saat itu, Tgk. Ishak Daud disebut-sebut sebagai Kepala Biro Penerangan Aceh Merdeka.

BEBAS DAN AKHIR HAYAT

Namun, Tgk. Ishak Daud hanya menjalani hukuman selama 2 tahun saja, karena pada masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid, tepat tanggal 21 Mei 2000 ia mendapatkan amnesti. Setelah bebas, Tgk. Ishak Daud memutuskan kembali bergabung dengan GAM. Posisi terakhirnya adalah Panglima GAM Wilayah Peureulak - Idi Cut. Tgk. Ishak Daud syahid dalam penyergapan oleh TNI pada akhir tahun 2004, beberapa bulan sebelum MoU Helsinki ditandatangani.

Kisah Tgk. Ishak Daud adalah potret dari ribuan pemuda Aceh di era konflik - yang merantau mencari penghidupan, menemukan kesadaran sejarah di perantauan, dan memilih jalan perjuangan yang penuh risiko.

© 1986 | Biografi Tokoh Aceh - Tgk Ishak Daud

Post a Comment

Previous Post Next Post