Aceh Jaya: Sejarah, Wisata, dan Potensi Kota Ikan Asin Calang

Spot memancing ideal di Aceh Jaya Calang dengan hasil ikan GT besar dan pulau indah di latar belakang

Calang adalah ibu kota dari Kabupaten Aceh Jaya, salah satu kabupaten baru di Provinsi Aceh hasil pemekaran dari Aceh Barat pada tahun 2002. Terletak di pesisir barat Sumatera, Aceh Jaya menyimpan sejarah dan wisata yang masih sangat alami.

Sejarah Singkat Aceh Jaya

Sejarah Aceh Jaya tidak lepas dari Kerajaan Aceh Darussalam. Pada abad ke-XVI Masehi, wilayah ini mulai berkembang pesat di bawah kepemimpinan para sultan.

Kerajaan pertama yang berdiri di Aceh Jaya adalah Kerajaan Daya, yang terletak di Kecamatan Jaya pada abad ke-XVI. Raja pertamanya adalah Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah atau yang dikenal dengan Poteumeureuhom Daya.

Kejayaan ini kemudian dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636) dengan mendatangkan penduduk dari Aceh Besar dan Pidie untuk memperkuat wilayah Daya.

Setelah resmi mekar menjadi kabupaten pada 10 April 2002, Aceh Jaya sempat terpuruk akibat hantaman tsunami pada 26 Desember 2004. Namun kini, Aceh Jaya bangkit perlahan dan terus membangun untuk meningkatkan potensi daerahnya.

Tempat Wisata Serta Tempat Memancing yang Ideal di Aceh Jaya

Karena terletak di pesisir barat Samudera Hindia, Aceh Jaya memiliki garis pantai yang panjang. Tak heran banyak spot memancing ideal seperti di Pelabuhan Lhok Kubu, Lhok Boat, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Selain ikannya yang melimpah, kamu juga akan disuguhi panorama sunset yang luar biasa indah saat petang tiba.

1. Misteri Si Mata Biru Lamno

Bila anda mendengar kata Lamno tentu saja pernah mendengar si mata biru. Hal itu memang benar adanya, khususnya di pedalaman Lamno Jaya. Si mata biru adalah keturunan bangsa Eropa yang datang ke negeri Daya dan akhirnya menetap di sana hingga sekarang.

2. Puncak Lageun

Dari Puncak Lageun yang lokasinya ada di Kecamatan Setia Bakti, anda dapat melihat laut dengan bebas dari puncak gunung. Dari sini anda dapat melihat pulau-pulau kecil yang tidak ada penghuninya dengan pemandangan yang sangat eksotis.

3. Arung Jeram Teunom

Terletak di Desa Sarah, Kecamatan Teunom. Terdapat sungai dengan arus deras, sehingga sangat cocok untuk dijadikan lokasi arung jeram bagi pecinta olahraga ekstrem.

4. Guha Sayeung

Goa Sayeung terdapat di Gampong Masen, Kecamatan Darul Hikmah, sekitar 15 km dari jalan nasional. Goa ini dikelilingi semak belukar dan masih sangat alami. Banyak binatang liar di sekitarnya, jadi jika ingin ke sana harap berhati-hati dan gunakan pemandu lokal.

5. Kotanya Ikan Asin

Karena letaknya di pinggir pantai, Aceh Jaya diberi gelar Kota Ikan Asin. Jika anda ingin menikmati ikan asin terenak atau ingin mencari oleh-oleh khas Aceh Jaya, datang saja ke Calang.

6. Banyak Benda Bersejarah

Aceh Jaya yang terletak di antara laut dan bukit sangat cocok untuk benteng pertahanan pada masa penjajahan. Terdapat banyak situs sejarah di sini di antaranya batu nisan Poteumeureuhom dan juga meriam tahun 1882.

Kesimpulan

Agar dunia luar tahu bahwa Aceh Jaya punya potensi wisata yang luar biasa. Masyarakatnya juga ramah tamah, taat dalam beribadah, cinta akan warisan leluhurnya serta menjunjung tinggi nilai keacehan. Dari segi pemerintahan, Aceh Jaya juga menjadi contoh bagi daerah lain karena program pemerintahnya yang pro rakyat.

Semoga Aceh Jaya terus membangun!


Keyword: Aceh Jaya, Wisata Aceh Jaya, Calang, Lamno Mata Biru, Puncak Lageun, Arung Jeram Teunom

Post a Comment

Previous Post Next Post