FOTO ARSIP: Hasan Tiro digotong menyeberangi Sungai Pante Raja menuju Camp Panton Weng, 31 Oktober 1976.
Foto diedit tajam hitam-putih untuk arsip aceh1986.blogspot.com
PIDIE - Tidak banyak yang tahu bahwa sejarah panjang konflik Aceh berawal dari sebuah pendaratan rahasia di siang hari bolong pada 30 Oktober 1976 di Pantai Pasi Lhok, Aceh Pidie. Peristiwa tersebut dilakukan oleh Dr. Hasan Muhammad di Tiro, pendiri Gerakan Aceh Merdeka
Perjalanan tersebut ia abadikan dalam memoar monumentalnya, The Price of Freedom. Berikut adalah kisah lengkap yang menjadi cikal bakal Deklarasi Aceh Merdeka 4 Desember 1976.
- Kenapa Hasan Tiro nekat kembali sendirian tanpa senjata setelah 25 tahun di Amerika?
- Apa rahasia Camp Panton Weng di pedalaman hutan yang tak ada di peta Belanda?
- Siapa sosok Daud Paneuk yang menunggu di Kuala Tari malam pertama itu?
- Benarkah pendaratan 30 Oktober 1976 disaksikan satu kampung di siang bolong tanpa ketahuan tentara?
1. Perjalanan dari Selat Malaka, 28 Oktober 1976
Pada hari Kamis, 28 Oktober 1976 pukul 14.00 siang, Hasan di Tiro menaiki sebuah kapal berkapasitas 250 ton dari sebuah pelabuhan di daratan Asia. Kapal tersebut diawaki oleh selusin awak dan 15 penjaga. Kapal dengan ukuran tersebut dianggap paling nyaman untuk melintasi Selat Malaka menuju Aceh, Sumatra. Cuaca di Laut Andaman saat itu memasuki musim hujan, namun keberuntungan berpihak dengan cuaca cerah.
2. Momen Rubicon: Antara Kemenangan atau Kematian
Di tengah pelayaran, Hasan di Tiro merenungkan kisah Julius Caesar yang menyeberangi Sungai Rubicon. Baginya, Rubicon yang ia seberangi jauh lebih besar. Persimpangannya bukan untuk perang saudara, tetapi untuk persatuan nasional dan perang pembebasan nasional rakyat Aceh. Sebagaimana ditulis H.J. Schmidt dalam buku Marechaussee in Atjeh: Seorang Teungku di Tiro tidak akan menerima kekalahan. Baginya hanya ada dua hal, kemenangan atau kematian.
3. Detik-Detik Pendaratan di Pasi Lhok, 30 Oktober 1976
Pada hari Sabtu, 30 Oktober 1976 sekitar pukul 08.30 pagi, kapal berhasil merapat di pantai utara Aceh, tepatnya di Desa Nelayan Nanggeng, Pasi Lhok. Pendaratan terjadi di siang hari bolong dan disaksikan oleh seluruh penduduk desa. Keberuntungan berpihak karena tidak ada aparat kepolisian yang berjaga di lokasi saat itu. Pada saat perpisahan, kapten kapal berkata: "Yang Mulia, saya dapat melihat bahwa orang-orang anda mencintaimu!"
4. Malam Pertama dan Penyeberangan Sungai Pante Raja
Foto arsip di atas adalah bukti momen bersejarah tersebut. Sekitar pukul 18.00, perahu kecil memasuki Kuala Tari. Malam itu menjadi malam pertama Hasan di Tiro di tanah airnya setelah 25 tahun pengasingan di Amerika Serikat. Sekitar tengah malam, perjalanan dilanjutkan menuju Hutan Gunung Panton Weng, sekitar 6 jam berjalan kaki tanpa senter. Pada tanggal 31 Oktober 1976 pukul 07.00 pagi, setelah menyeberangi Sungai Pante Raja seperti terlihat pada foto arsip hitam-putih di atas, rombongan tiba di tujuan. Dari sinilah Camp Panton Weng, markas gerilya pertama -GAM¦ , didirikan.
Sumber Foto Arsip: Koleksi Pribadi - Diedit untuk arsip aceh1986.blogspot.com | Label: Sejarah Aceh