Pertempuran Bandar Aceh 23 April 1873: Kemenangan Headline NYT 1873

ACEH-1986 • HASAN TIRO ARCHIVE
Hasan di Tiro Arsip Pribadi 29 September 2005 dengan bendera Turki kecil di meja dan buku The Price of Freedom - Filosofi Aceh Pertempuran Bandar Aceh 23 April 1873
Foto 1: Hasan di Tiro — Arsip Pribadi 29 Sept 2005 — 28.9KB Base64 FIX — Sumber: The Price of Freedom Hal 59-63
26 Maret 1873 — 05.00 pagi. Kuala Aceh berkabut. Armada terbesar Belanda di Asia Tenggara: 3 kapal perang, 4 kapal transport, 3.000 marinir.

Di Kapal Citadel van Antwerpen, ada ultimatum: serahkan kedaulatan, turunkan Bendera Alam Peudeung, kibarkan bendera Belanda. Jika tidak, Banda Aceh dibombardir jam 12 siang.

Sultan Mahmud Syah 23 tahun. Dewan Panglima di Masjid Raya Baiturrahman. Jawaban Aceh: meriam disulut. Di sinilah perang terlama Belanda dimulai — 40 tahun sampai 1913.
ACEH-1986 • BENDERA NEGARA
Bendera Alam Peudeung Bendera Negara Kesultanan Aceh Darussalam merah bulan bintang putih pedang Zulfikar
Foto 2: Bendera Alam Peudeung — Merah Bulan Bintang Pedang Zulfikar — 12.0KB Base64 FIX — Sumber: Tropenmuseum
Belanda datang dengan logika: kekuatan = tunduk.

5 April 1873 — Teungku Mas Sumo, menantu Sultan, dieksekusi di depan Masjid Raya. Tujuannya bikin takut. Efeknya sebaliknya.

H.M. di Tiro di The Price of Freedom Hal 59: "When the Dutch killed Mas Sumo, they thought Aceh would kneel. Instead, every village dug trenches that night."

Meriam 300 tahun dari Turki Usmani diseret: Lada Sicupak. Berat 2 ton. Masih bisa menembak.
ACEH-1986 • JENDERAL KOHLER
Jenderal JHR Kohler Komandan Ekspedisi I Belanda 1873 tewas di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Monumen dua singa
Foto 3: Jenderal J.H.R. Kohler — Tewas 14 April / 23 April versi Aceh — 53.6KB Base64 FIX — Sumber: National Archives Den Haag
23 April 1873 — hari yang mengubah peta. Jam 10 pagi. Kohler serbu gerbang barat Masjid Raya dengan 1.200 pasukan. Di dalam cuma 500 santri, petani, nelayan dengan 12 meriam tua.

Kohler teriak "Voorwaarts!" — DOR! Peluru dari menara masjid tembus dada kanannya. Jenderal bintang 2 jatuh dari kuda.

Belanda panik. Bendera Alam Peudeung tetap di kubah Masjid Raya. H.M. di Tiro Hal 63: "First time in 19th century Asian kingdom defeated European force as war between two sovereign states."
ACEH-1986 • MERIAM LADA SICUPAK
Meriam Lada Sicupak Meriam Kesultanan Aceh Darussalam 1873 yang mempertahankan Masjid Raya Banda Aceh
Foto 4: Meriam Lada Sicupak — Meriam Kesultanan Aceh — 37.5KB Base64 FIX — Kini di Museum Aceh — Sumber: Tropenmuseum 1874
Kenapa jadi headline dunia? 22 April 1873 The Times London headline "War in Sumatra" — tulis WAR bukan rebellion — akui Aceh negara berdaulat. 5 Juli 1873 New York Times halaman depan "Achinese have defeated Dutch Expedition — General Kohler killed."

Belanda debat 3 hari di Den Haag. Akhirnya kirim ekspedisi ke-2 13.000 pasukan — baru bisa rebut Banda Aceh 26 Januari 1874 setelah bakar Masjid Raya. Tapi sejarah: 23 April 1873 Aceh menang — kemenangan pertama Asia Tenggara atas Eropa di abad 19 yang dicatat dunia.

Filosofi #8 Alue Bili — Aceh Loen Sayang — Tulis ulang dari H.M. Hasan di Tiro, The Price of Freedom Hal 59-63 — Jam 17.00 Alue Bili.

Post a Comment

Previous Post Next Post